AdBog ( Majalah Berita Online )
Sarana Komunikasi dari kita untuk kita
Senin, 21 Oktober 2013
Kamis, 14 Juni 2012
Rabu, 30 November 2011
Rabu, 27 Oktober 2010
Secangkir Kopi Pahit
Kata PengantarBispol atau Bisnis-Politik, timbul pertayaan dalam benak kita, apa itu Bispol ?.
Sebenarnya di negara kita Indonesia, Bispol ini telah menjadi Trend dan telah dijadikan alat untuk mereguk keuntungan untuk kepentingan Pribadi. Sebut salah satu Contoh yang telah banyak kita dengar atau kita baca di berbagai media baik radio,koran,dll yang mana banyak membicarakan mengenai pencalonan menjadi Anggota DPR sampai dengan pencalonan menjadi Kepala Daerah/Gubernur, yang mana dalam segala kesempatan banyak diwarnai dengan yang sering kita dengar adanya Money Politic.
Lalu kita sekarang dikenalkan lagi dengan sebutan baru Bispol=Bisnis Politik, apa sebenarnya kata-2 itu ?, apakah hanya sinonim aja dari Money Politik tersebut atau ada sesuatu yang baru dibalik itu ?. Banyak sekali pertanyaan dan peryataan yang akan diungkap disini.
Disini Penulis akan memaparkan pandangan Penulis mengenai diperlukan adanya Fak. Khusus yang dapat lebih menjadikan acuan bagi masyarakat luas, khususnya di Negara Indonesia untuk dapat mendalami dan dapat mengambil hikmah dari adanya Bispol ini. Jangan sampai Masyarakat hanya dapat memandang hanya satu sisi bahwa Money Politik itu Kotor sampai dengan adanya persepsi yang sangat sinis bahwa hal itu sangat menjijikan.
Uraian - I Sekarang saatnya Penulis memberikan gambaran, apakah Bisnis yang dinilai sebagian orang kotor, demikian juga dengan Politik, apakah pengabungan keduanya tidak menjadikannya semakin bersifat negatif dimata masyarakat ?.
Disinilah uraian ini dijabarkan untuk dapat menjadi alternatif acuan dan dapat membuka tabir bahwa dibalik itu ada sisi Positif yang dapat kita petik dan nikmati bersama. Apakah itu ?.
Ayo kita telaah lebih jauh, dalam hal ini ada dua unsur : Bisnis dan Politik.
Kita telah banyak tahu bahwa Bisnis adalah segala bentuk usaha untuk dapat memperoleh keuntungan yang secara awam kita kategorikan sebagai Pengusaha, dan Politik adalah salah satu Strategi untuk dapat memperoleh kekuasaan/menjadi Penguasa.
Lalu kalau keduanya digabungkan menjadi seperti apa?.
Dari pertayaan diatas Penulis memberikan gambaran bahwa disinilah perlu adanya Management Bispol yang dapat menjadi Kontrol bagi keduanya.
Seperti yang kita banyak pelajari bahwa manajement adalah alat untuk mengelola intrument-instrument secara berkesinambungan untuk dapat menghasilkan Harmoni secara utuh, seperti kalau kita memainkan alat musik, maka kita akan memadukan dahulu satu dengan yang lain atau dalam bahasa musik di stem dahulu untuk dapat menghasilkan nada-nada yang indah dan enak didengar.
Uraian-IISeperti kita ketahui di alam Demokrasi di Indonesia, banyak ditemukan kenyataan bahwa didalam politik kita yang menganut sistim Bebas dan Aktif, banyak ditafsirkan bermacam-macam, salah satu contoh adalah adanya pemilihan Anggota DPR maupun Pemilihan Kepala Daerah/Gubernur, yang selalu diwarnai dengan adanya ketidak puasan yang dikarenakan di indentifikasi adanya Money Politik didalamnya, benar atau tidaknya kita dapat menilai sendiri. Tetapi akibat dari kejadian diatas, masyarakat luas merasa dirugikan.
Yang menjadi pertanyaan dan selalu menyudutkan adalah bukankah itu pilihannya sendiri, maksudnya adalah bukankah dalam memilih semua anggota masyarakat dilibatkan dengan adanya Pilkada atau sejenisnya?.
Dan sekarang kita dijadikan bingung oleh keadaan ini, ada pandangan sinis yang menyatakan memilih wakil rakyat baik di pemerintahan maupun di parlemen seperti membeli kucing dalam karung. Sebenarnya siapa yang salah dalam hal ini?.
Uraian-IIISekarang kita harus mengambil hikmah dari adanya berbagai kasus diatas, mengapa hal ini bisa terjadi, dan bagaimana jalan keluar untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi berulang-ulang, seperti adanya penyakit yang tidak kunjung sembuh. Adakah yang salah, atau hanya ada rasa tidak mau tahu saja?.
Penulis akan melanjutkan dengan teori : managemen Bispol, untuk dapat menjadi kajian dan siapa tahu dapat menjadi pembelajaran agar masyarakat kita tidak selalu merasa ditipu atau meminjam istilah trendnya merasa dikadalin, yang selalu merasa seperti bernafas dalam lumpur....alias megap-megap...dengan adanya indikasi praktik korupsi yang sepertinya dilegalkan...atau seperti dibiarkan tumbuh dan menjadi mengurita, dan selalu menjadi perdebatan panjang apakah ini disengaja atau tidak?.
Kalau jawabannya tidak, mengapa segala bentuk upaya yang dilakukan selalu kandas ditengah jalan...seperti contoh yang sempat ngetren dan seolah-olah dibuat menjadi samar...yang akhirnya hilang begitu saja...sebut saja salah satu kasus besar yaitu kasus Bank Century yang diindikasikan merugikan negara kurang/lebih Rp. 6,7 trilyun. Sengaja atau tidak kejadian itu?....Who knows?. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian mengerikan yang misterius...walaupun dapat diungkap tetapi tidak pernah tuntas, alias tidak ketemu ujung pangkalnya...ngambang terus sampai hancur dan tak berbekas lagi.
Tadi pagi tgl.26/10’10 penulis membaca di harian kompas yang memberitakan berita yang sekarang dianggap sudah biasa...diangap basi, tidak mengejutkan lagi,yaitu mengenai Calon Bupati yang diduga korupsi 42 milyard menang dalam pilkada di Aru-Maluku, dan telah ditetapkan oleh Medagri untuk dilantik, sementara mahasiswa disana demo tidak setuju...yang jadi pertayaan sekarang kenapa bisa menang?, kan udah ketahuan kurupsi...Emang udah ngak ada pilihan lain...atau,,,,,,?....au ah gelap.................................................................................................................................................
Kembali mengenai bahasan utama mengenai Bispol, agar Bispol ini dapat menjadi alat yang dapat dipergunakan sebagai instrument yang dapat membuat kita dapat mencapai suatu manfaat yang sama-sama menguntungkan.
Bispol = Bisnis Politik, adalah gabungan instrumen dari Bisnis dan Politik.
Seperti kita sudah ketahui bahwa bisnis selalu indentik dengan usaha dari Pengusaha dengan tujuan utama untuk dapat meraih keuntungan dengan menjalankan usahanya secara langsung, sedangkan Politik indentik dengan kekuasaan, yang mana dengan meraih kekuasaan akan ada keuntungan yang didapat, walaupun secara tidak langsung atau terang-terangan memperlihatkan tujuan utama dalam berpolitik untuk mendapat keuntungan, tetapi sifat dalam meraih keuntungan pasti akan terlihat juga.
Sebenarnya perbedaan mendasar dari Bisnis dan Politik hanya terletak pada cara untuk mencapai tujuan utamanya yaitu keuntungan...sesuai dengan kodrat manusia yang selalu punya ego pribadi.
Dalam Bisnis kita mengenal satu instrumen yang bernama Managemen, tetapi di Politik kata itu jarang sekali disebut, padahal dalam prakteknya secara tidak langsung instrumen tersebut juga dipergunakan, akan tetapi karena tidak ada pendalaman instrumen managemen tersebut di Politik maka pengunaanya tidak dilakukan dengan maksimal. Padahal instrumen tersebut sangat perlu digunakan untuk dapat menunjang pencapaian tujuan utama yaitu meraih keuntungan.
Dengan minimnya instrumen managemen tersebut dipergunakan di dunia Politik, maka banyak timbul penyimpangan-peyimpangan, salah satunya adanya Korupsi yang terjadi dan itu sulit untuk dikendalikan...karena ya itu tadi...minimnya pengunaan instrumen yang bernama management tersebut.
Uraian-IVKarena begitu pentingnya instrumen yang bernama management itu, penulis akan mengulas sedikit untuk mereveiw ingatan kita terhadapnya.
Kita sering mendengar memanagent, artian tersebut berhubungan dengan pengaturan. Jadi Managemen adalah cara mengatur instrumen-instrumen yang lain untuk dapat bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dalam satu kontrol guna dapat meningkatkan efektifitas untuk mendapatkan qualitas maksimal.
Salah satu contoh di bangku kuliah kita mendapatkan pelajaran : Managemen Produksi, Pemasaran, Personalia, Finance & Accounting, dalam prakteknya di setiap Perusahaan akan mengabungkan instrumen-2 tersebut dalam satu kontrol di bawah Presiden Direktur sebagai Pelaksana langsung kontrol, dan Dewan Komisaris sebagai Pengawas terhadap kontrol tersebut dengan memberikan kritik,masukan dengan diadakanya RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), dan tidak ketingalan satu instrumen tambahan yaitu Bidang Hukum juga termasuk didalamnya yang di Perusahaan dikenal dengan departement Legal.
Itulah sekilas mengenai Management.
Uraian-VSetelah kita diingatkan apa arti dan fungsi managemen, maka sekarang kita kembali pada bahasan pokok yaitu Management Bispol.
Sekarang Penulis memberikan kesimpulan bahwa untuk mencapai tujuan utama keuntungan baik dalam lingkup Perusahaan maupun Pemerintahaan harus mempergunakan Management secara benar, sehingga control berfungsi sebagaimana mestinya yang akhirnya bisa menghindarakan masyarakat dengan pemerintahanya, perusahaan dengan pinpinannya saling menyalahkan, tidak ada atau paling tidak bisa meminimalkan adanya korupsi, dan penyimpangan lainnya yang dapat merugikan.
Penulis berharap, dengan adanya tulisan sederhana ini dapat mengugah semua pembaca dari berbagai kalangan, dan dapat menjadi salah satu acuan untuk dapat memahami arti pentingnya Managemen Bispol tersebut untuk dapat meraih cita-2 bersama menuju masyarakat yang adil dan makmur.
Selasa, 14 September 2010
Maha Patih Gajah Mada dari Desa Modo-Lamongan ?
Makam Gunung Ratu terletak di sebelah timur ibukota Kecamatan Ngimbang tepatnya di Dusun Cancing Desa Sendang Rejo Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Makam tersebut berjarak lebih kurang 3 kilometer ke arah timur jalan raya Babat-Jombang. Untuk mencapai makam yang berada di atas bukit pengunjung harus menaiki tangga yang berjumlah kurang lebih 170 tingkat.
Sejarah Makam Gunung Ratu dideskripsikan sebagai berikut. Konon, menurut legenda masyarakat Ngimbang Dewi Andong Sari merupakan isteri selir raja Majapahit yang pertama yaitu Raden Wijaya. Raden Wijaya adalah seorang raja yang mempunyai isteri lebih dari satu. Diantara isteri-isterinya merupakan puteri persembahan yang diberikan oleh kerajaan yang ditaklukkan oleh Kerajaan Majapahit. Salah satu isterinya bernama Dara Petak yang berasal dari Melayu. Dara Petak menginginkan anaknya akan menjadi raja kelak menggantikan Raden Wijaya. Ketika anak laki-lakinya lahir tahun 1294 Masehi Dara Petak merasa sangat senang karena dua isteri Raden Wijaya yang lain melahirkan anak perempuan. Sehingga peluang anaknya untuk menjadi raja Majapahit menggantikan Raden Wijaya lebih terbuka lebar.
Suatu saat Dara Petak mendengar isteri selir Raden Wijaya yang bernama Dewi Andong Sari mengandung. Dara Petak mulai khawatir kalau-kalau anak Dewi Andong Sari yang akan lahir kelak adalah seorang anak laki-laki. Hal itu akan menjadi batu sandungan untuk mewujudkan impian Dara Petak. Untuk menghilangkan kekhawatirannya Dara Petak mulai menyebar fitnah tentang Dewi Andong Sari. Dara Petak memfitnah Dewi Andong Sari bahwa dia telah berbuat selingkuh, sehingga bayi yang dikandungnya bukan anak dari Raden Wijaya. Karena fitnah begitu dahsyat didengar Raden Wijaya ikut terpengaruh dan mempercayainya.
Raden Wijaya akhirnya mengusir Dewi Andong Sari dari kerajaan dan rencana selanjutnya akan dibunuh. Untuk melancarkan rencananya Raden Wijaya menyuruh beberapa prajurit untuk membunuh Dewi Andong Sari. Karena prajurit-prajurit tersebut masih menaruh rasa hormat terhadap Dewi Andong Sari, akhirnya Dewi Andong Sari tidak dibunuh tetapi diasingkan di sebuah hutan yang sangat jauh dari keraton. Tidak berapa lama setelah diasingkan Dewi Andong Sari melahirkan seorang anak laki-laki.
Dewi Andong Sari memiliki 2 (dua) ekor binatang kesayangan. Binatang itu berupa kucing besar dan ular. Kedua binatang kesayangan Dewi Andong Sari tersebut anehnya ternyata belum saling mengenal dan belum pernah bertemu antara satu dengan lainnya.
Pada waktu Dewi Andong Sari pergi ke sendang, bayi yang baru dilahirkannya ditunggui oleh kucingnya yang diberi nama Candra Mawa. Ketika ular yang juga binatang kesayangan Dewi Andong Sari mendekati bayi Dewi Andong Sari maka terjadilah kesalahpahaman diantara keduanya. Si kucing mengira bahwa ular itu akan menggigit atau memakan bayi Dewi Andong Sari. Seketika itu pula Kucing Candra Mawa menyerang ular. Akhirnya terjadi perkelahian hebat diantara keduanya. Pada perkelahian itu Kucing Candra Mawa menang sedangkan ular mati.
Ketika Dewi Andong Sari datang dari mandi, dia terkejut melihat Kucing Candra Mawa mulutnya berlepotan darah segar. Dewi Andong Sari mengira kucing tersebut memakan anaknya, sehingga seketika itu kucing dibunuh oleh Dewi Andong Sari dengan senjatanya yang bernama patrem (keris kecil milik kerajaan). Setelah itu, Andong Sari segera berlari menuju bayinya. Setalah diteliti dan diamati ternyata anaknya masih hidup. Di sebelah bayi itu, Dewi Andong Sari menemukan ular kesayangannya telah menjadi bangkai. Ketika ia berfikir sejenak, ia baru menyadari bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara Kucing Candra Mawa dengan ular. Karena merasa berdosa telah membunuh kucing kesayangannya Dewi Andong Sari akhirnya bunuh diri.
Menurut legenda masyarakat Ngimbang, ada seorang empu yang bernama Ki Gede Sidowayah mendengar suara tangisan bayi di tengah hutan tepatnya di atas bukit. Beliau mencari asal suara tangis bayi itu. Ki Gede Sidowayah naik ke atas bukit itu. Beliau mendapati 1 mayat seorang perempuan dan 2 bangkai binatang. Ki Gede Sidowayah selanjutnya mengubur mayat perempuan dan dua bangkai binatang itu secara berdampingan. Sedangkan bayi putera Dewi Andong Sari diasuh oleh adik Ki Gede Sidowayah.
Pada perkembangannya bayi itu besar di daerah Modo. Sehingga anak itu dijuluki Joko Modo. Desa Modo sendiri terletak di apit antara Desa Bluluk dan Desa Dradah. Joko Modo memiliki kecerdasan, kecakapan dan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Selanjutnya ia diangkat menjadi prajurit di Kerajaan Majapahit. Karena kecerdasan, kecakapan dan jiwa kepemimpinan yang tinggi akhirnya Joko Modo dinobatkan menjadi Mahapatih di Kerajaan Majapahit yaitu bernama Mahapatih Gajah Mada yang terkenal kemashurannya itu.
Berdasarkan deskripsi legenda masyarakat Ngimbang di atas, jelaslah bahwa Makam Gunung Ratu / Makam Dewi Andong Sari merupakan makam dari Ibunda Mahapatih Gajah Mada. Makam Gunung Ratu sangat berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit yang sangat mashur itu. Bukti bahwa makam itu berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit adalah di sekitar makam itu ditanam pohon yang sama dengan pohon yang berada di makam Brawijaya yang merupakan raja besar Kerajaan Majapahit. Pohon tersebut bernama pohon kepuh yang sejak dahulu hingga sekarang besar dan tingginya tetap / tidak berkembang.
Mengingat Uraian sejarah diatas, maka Makam Gunung Ratu dan desa Modo berkaitan erat dengan kebesaran sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Majapahit yang terkenal kemashuran dan kejayaannya itu maka selayaknyalah Makam Gunung Ratu dan desa Modo berpotensi menjadi obyek wisata sejarah andalan untuk Kabupaten Lamongan.
Sejarah Makam Gunung Ratu dideskripsikan sebagai berikut. Konon, menurut legenda masyarakat Ngimbang Dewi Andong Sari merupakan isteri selir raja Majapahit yang pertama yaitu Raden Wijaya. Raden Wijaya adalah seorang raja yang mempunyai isteri lebih dari satu. Diantara isteri-isterinya merupakan puteri persembahan yang diberikan oleh kerajaan yang ditaklukkan oleh Kerajaan Majapahit. Salah satu isterinya bernama Dara Petak yang berasal dari Melayu. Dara Petak menginginkan anaknya akan menjadi raja kelak menggantikan Raden Wijaya. Ketika anak laki-lakinya lahir tahun 1294 Masehi Dara Petak merasa sangat senang karena dua isteri Raden Wijaya yang lain melahirkan anak perempuan. Sehingga peluang anaknya untuk menjadi raja Majapahit menggantikan Raden Wijaya lebih terbuka lebar.
Suatu saat Dara Petak mendengar isteri selir Raden Wijaya yang bernama Dewi Andong Sari mengandung. Dara Petak mulai khawatir kalau-kalau anak Dewi Andong Sari yang akan lahir kelak adalah seorang anak laki-laki. Hal itu akan menjadi batu sandungan untuk mewujudkan impian Dara Petak. Untuk menghilangkan kekhawatirannya Dara Petak mulai menyebar fitnah tentang Dewi Andong Sari. Dara Petak memfitnah Dewi Andong Sari bahwa dia telah berbuat selingkuh, sehingga bayi yang dikandungnya bukan anak dari Raden Wijaya. Karena fitnah begitu dahsyat didengar Raden Wijaya ikut terpengaruh dan mempercayainya.
Raden Wijaya akhirnya mengusir Dewi Andong Sari dari kerajaan dan rencana selanjutnya akan dibunuh. Untuk melancarkan rencananya Raden Wijaya menyuruh beberapa prajurit untuk membunuh Dewi Andong Sari. Karena prajurit-prajurit tersebut masih menaruh rasa hormat terhadap Dewi Andong Sari, akhirnya Dewi Andong Sari tidak dibunuh tetapi diasingkan di sebuah hutan yang sangat jauh dari keraton. Tidak berapa lama setelah diasingkan Dewi Andong Sari melahirkan seorang anak laki-laki.
Dewi Andong Sari memiliki 2 (dua) ekor binatang kesayangan. Binatang itu berupa kucing besar dan ular. Kedua binatang kesayangan Dewi Andong Sari tersebut anehnya ternyata belum saling mengenal dan belum pernah bertemu antara satu dengan lainnya.
Pada waktu Dewi Andong Sari pergi ke sendang, bayi yang baru dilahirkannya ditunggui oleh kucingnya yang diberi nama Candra Mawa. Ketika ular yang juga binatang kesayangan Dewi Andong Sari mendekati bayi Dewi Andong Sari maka terjadilah kesalahpahaman diantara keduanya. Si kucing mengira bahwa ular itu akan menggigit atau memakan bayi Dewi Andong Sari. Seketika itu pula Kucing Candra Mawa menyerang ular. Akhirnya terjadi perkelahian hebat diantara keduanya. Pada perkelahian itu Kucing Candra Mawa menang sedangkan ular mati.
Ketika Dewi Andong Sari datang dari mandi, dia terkejut melihat Kucing Candra Mawa mulutnya berlepotan darah segar. Dewi Andong Sari mengira kucing tersebut memakan anaknya, sehingga seketika itu kucing dibunuh oleh Dewi Andong Sari dengan senjatanya yang bernama patrem (keris kecil milik kerajaan). Setelah itu, Andong Sari segera berlari menuju bayinya. Setalah diteliti dan diamati ternyata anaknya masih hidup. Di sebelah bayi itu, Dewi Andong Sari menemukan ular kesayangannya telah menjadi bangkai. Ketika ia berfikir sejenak, ia baru menyadari bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara Kucing Candra Mawa dengan ular. Karena merasa berdosa telah membunuh kucing kesayangannya Dewi Andong Sari akhirnya bunuh diri.
Menurut legenda masyarakat Ngimbang, ada seorang empu yang bernama Ki Gede Sidowayah mendengar suara tangisan bayi di tengah hutan tepatnya di atas bukit. Beliau mencari asal suara tangis bayi itu. Ki Gede Sidowayah naik ke atas bukit itu. Beliau mendapati 1 mayat seorang perempuan dan 2 bangkai binatang. Ki Gede Sidowayah selanjutnya mengubur mayat perempuan dan dua bangkai binatang itu secara berdampingan. Sedangkan bayi putera Dewi Andong Sari diasuh oleh adik Ki Gede Sidowayah.
Pada perkembangannya bayi itu besar di daerah Modo. Sehingga anak itu dijuluki Joko Modo. Desa Modo sendiri terletak di apit antara Desa Bluluk dan Desa Dradah. Joko Modo memiliki kecerdasan, kecakapan dan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Selanjutnya ia diangkat menjadi prajurit di Kerajaan Majapahit. Karena kecerdasan, kecakapan dan jiwa kepemimpinan yang tinggi akhirnya Joko Modo dinobatkan menjadi Mahapatih di Kerajaan Majapahit yaitu bernama Mahapatih Gajah Mada yang terkenal kemashurannya itu.
Berdasarkan deskripsi legenda masyarakat Ngimbang di atas, jelaslah bahwa Makam Gunung Ratu / Makam Dewi Andong Sari merupakan makam dari Ibunda Mahapatih Gajah Mada. Makam Gunung Ratu sangat berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit yang sangat mashur itu. Bukti bahwa makam itu berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit adalah di sekitar makam itu ditanam pohon yang sama dengan pohon yang berada di makam Brawijaya yang merupakan raja besar Kerajaan Majapahit. Pohon tersebut bernama pohon kepuh yang sejak dahulu hingga sekarang besar dan tingginya tetap / tidak berkembang.
Mengingat Uraian sejarah diatas, maka Makam Gunung Ratu dan desa Modo berkaitan erat dengan kebesaran sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Majapahit yang terkenal kemashuran dan kejayaannya itu maka selayaknyalah Makam Gunung Ratu dan desa Modo berpotensi menjadi obyek wisata sejarah andalan untuk Kabupaten Lamongan.
Senin, 14 Juni 2010
Luna Maya & Ariel Peterpan
Jakarta - Masyarakat Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Mantap) meminta Polda Metro Jaya tidak mempidanakan Luna Maya dan Ariel. Alasannya, mereka hanya menjadi korban. Yang perlu dikejar adalah penyebar videonya.
Mantap merupakan suatu grup di facebook yang menjadi forum diskusi masyarakat umum tentang kekerasan terhadap perempuan.
“Luna dan Ariel itu korban, jadi jangan dijadikan korban untuk kedua kalinya” ujar penggagas Mantap Abdul Hamim Jauzie dalam rilis yang diterima Selasa (8/6/2010).
Mantap justru meminta Polda Metro Jaya menindak penyebar video mirip Luna dan Ariel. “Yang perlu ditindak itu, penyebar video, polisi bisa menggunakan Pasal 4 ayat (1) UU Pornografi” imbuh advokat yang aktif sebagai pendamping korban kekerasan terhadap perempuan di LBH APIK ini.
Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya kemarin mengubah pernyataannya. Polda yang sebelumnya mengatakan pemeran video porno hanya sebagai korban, kali ini menyatakan pemeran video juga bisa dikenai pasal tentang kesusilaan.
Sebelumnya LSM Hajar Indonesia yang dipimpin Farhat Abbas dan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) melaporkan Luna Maya dan Ariel ke polisi atas video mirip mereka yang beredar di internet dengan Pasal 27 ayat 1, UU No 11 tahun 2008, tentang informasi transaksi elektronik (ITE) junto Pasal 282 KUHP.
Mantap merupakan suatu grup di facebook yang menjadi forum diskusi masyarakat umum tentang kekerasan terhadap perempuan.
“Luna dan Ariel itu korban, jadi jangan dijadikan korban untuk kedua kalinya” ujar penggagas Mantap Abdul Hamim Jauzie dalam rilis yang diterima Selasa (8/6/2010).
Mantap justru meminta Polda Metro Jaya menindak penyebar video mirip Luna dan Ariel. “Yang perlu ditindak itu, penyebar video, polisi bisa menggunakan Pasal 4 ayat (1) UU Pornografi” imbuh advokat yang aktif sebagai pendamping korban kekerasan terhadap perempuan di LBH APIK ini.
Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya kemarin mengubah pernyataannya. Polda yang sebelumnya mengatakan pemeran video porno hanya sebagai korban, kali ini menyatakan pemeran video juga bisa dikenai pasal tentang kesusilaan.
Sebelumnya LSM Hajar Indonesia yang dipimpin Farhat Abbas dan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) melaporkan Luna Maya dan Ariel ke polisi atas video mirip mereka yang beredar di internet dengan Pasal 27 ayat 1, UU No 11 tahun 2008, tentang informasi transaksi elektronik (ITE) junto Pasal 282 KUHP.
Jumat, 02 April 2010
Penasihat Kapolri: Ada Perusahaan Besar yang Setor Uang ke Gayus
Jakarta - Gayus Tambunan memiliki uang di rekeningnya hingga Rp 28 miliar. Diketahui uang itu merupakan setoran sejumlah perusahaan. Di antaranya perusahaan yang sudah punya nama.
"Perusahaaan besar dan terkenal," kata penasihat Kapolri, Kastorius Sinaga saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/4/2010).
Sayangnya, Kastorius enggan mengungkapkan nama-nama perusahaan yang diketahui mentransfer uang ke rekening Gayus itu. Namun menurut dia nama perusahaan itu jelas disebutkan Gayus dalam pemeriksaan.
"Ini harus dicross check. Kita hargai nama baik perusahaan itu, harus dicross check, dan sekarang sedang berjalan," terang Kastorius.
Dia menjamin tim Polri akan menelusuri pengakuan Gayus itu, tanpa ada niatan untuk menutup-nutupi. "Sekarang sama sekali tidak ada rekayasa, kita berjuang keras untuk menguak kasus ini," tutupnya.
Diketahui isi rekening Gayus di Panin Bank tercatat berjumlah Rp 28 miliar. Angka ini dinilai mencurigakan karena Gayus hanya pegawai golongan 3A. Hingga kemudian hasil penyelidikan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menunjukkan bukti adanya kejanggalan.
"Perusahaaan besar dan terkenal," kata penasihat Kapolri, Kastorius Sinaga saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/4/2010).
Sayangnya, Kastorius enggan mengungkapkan nama-nama perusahaan yang diketahui mentransfer uang ke rekening Gayus itu. Namun menurut dia nama perusahaan itu jelas disebutkan Gayus dalam pemeriksaan.
"Ini harus dicross check. Kita hargai nama baik perusahaan itu, harus dicross check, dan sekarang sedang berjalan," terang Kastorius.
Dia menjamin tim Polri akan menelusuri pengakuan Gayus itu, tanpa ada niatan untuk menutup-nutupi. "Sekarang sama sekali tidak ada rekayasa, kita berjuang keras untuk menguak kasus ini," tutupnya.
Diketahui isi rekening Gayus di Panin Bank tercatat berjumlah Rp 28 miliar. Angka ini dinilai mencurigakan karena Gayus hanya pegawai golongan 3A. Hingga kemudian hasil penyelidikan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menunjukkan bukti adanya kejanggalan.
Langganan:
Komentar (Atom)