Rabu, 27 Oktober 2010

Secangkir Kopi Pahit

Kata PengantarBispol atau Bisnis-Politik, timbul pertayaan dalam benak kita, apa itu Bispol ?.
Sebenarnya di negara kita Indonesia, Bispol ini telah menjadi Trend dan telah dijadikan alat untuk mereguk keuntungan untuk kepentingan Pribadi. Sebut salah satu Contoh yang telah banyak kita dengar atau kita baca di berbagai media baik radio,koran,dll yang mana banyak membicarakan mengenai pencalonan menjadi Anggota DPR sampai dengan pencalonan menjadi Kepala Daerah/Gubernur, yang mana dalam segala kesempatan banyak diwarnai dengan yang sering kita dengar adanya Money Politic.
Lalu kita sekarang dikenalkan lagi dengan sebutan baru Bispol=Bisnis Politik, apa sebenarnya kata-2 itu ?, apakah hanya sinonim aja dari Money Politik tersebut atau ada sesuatu yang baru dibalik itu ?. Banyak sekali pertanyaan dan peryataan yang akan diungkap disini.
Disini Penulis akan memaparkan pandangan Penulis mengenai diperlukan adanya Fak. Khusus yang dapat lebih menjadikan acuan bagi masyarakat luas, khususnya di Negara Indonesia untuk dapat mendalami dan dapat mengambil hikmah dari adanya Bispol ini. Jangan sampai Masyarakat hanya dapat memandang hanya satu sisi bahwa Money Politik itu Kotor sampai dengan adanya persepsi yang sangat sinis bahwa hal itu sangat menjijikan.

Uraian - I Sekarang saatnya Penulis memberikan gambaran, apakah Bisnis yang dinilai sebagian orang kotor, demikian juga dengan Politik, apakah pengabungan keduanya tidak menjadikannya semakin bersifat negatif dimata masyarakat ?.
Disinilah uraian ini dijabarkan untuk dapat menjadi alternatif acuan dan dapat membuka tabir bahwa dibalik itu ada sisi Positif yang dapat kita petik dan nikmati bersama. Apakah itu ?.
Ayo kita telaah lebih jauh, dalam hal ini ada dua unsur : Bisnis dan Politik.
Kita telah banyak tahu bahwa Bisnis adalah segala bentuk usaha untuk dapat memperoleh keuntungan yang secara awam kita kategorikan sebagai Pengusaha, dan Politik adalah salah satu Strategi untuk dapat memperoleh kekuasaan/menjadi Penguasa.
Lalu kalau keduanya digabungkan menjadi seperti apa?.
Dari pertayaan diatas Penulis memberikan gambaran bahwa disinilah perlu adanya Management Bispol yang dapat menjadi Kontrol bagi keduanya.
Seperti yang kita banyak pelajari bahwa manajement adalah alat untuk mengelola intrument-instrument secara berkesinambungan untuk dapat menghasilkan Harmoni secara utuh, seperti kalau kita memainkan alat musik, maka kita akan memadukan dahulu satu dengan yang lain atau dalam bahasa musik di stem dahulu untuk dapat menghasilkan nada-nada yang indah dan enak didengar.

Uraian-IISeperti kita ketahui di alam Demokrasi di Indonesia, banyak ditemukan kenyataan bahwa didalam politik kita yang menganut sistim Bebas dan Aktif, banyak ditafsirkan bermacam-macam, salah satu contoh adalah adanya pemilihan Anggota DPR maupun Pemilihan Kepala Daerah/Gubernur, yang selalu diwarnai dengan adanya ketidak puasan yang dikarenakan di indentifikasi adanya Money Politik didalamnya, benar atau tidaknya kita dapat menilai sendiri. Tetapi akibat dari kejadian diatas, masyarakat luas merasa dirugikan.
Yang menjadi pertanyaan dan selalu menyudutkan adalah bukankah itu pilihannya sendiri, maksudnya adalah bukankah dalam memilih semua anggota masyarakat dilibatkan dengan adanya Pilkada atau sejenisnya?.
Dan sekarang kita dijadikan bingung oleh keadaan ini, ada pandangan sinis yang menyatakan memilih wakil rakyat baik di pemerintahan maupun di parlemen seperti membeli kucing dalam karung. Sebenarnya siapa yang salah dalam hal ini?.

Uraian-IIISekarang kita harus mengambil hikmah dari adanya berbagai kasus diatas, mengapa hal ini bisa terjadi, dan bagaimana jalan keluar untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi berulang-ulang, seperti adanya penyakit yang tidak kunjung sembuh. Adakah yang salah, atau hanya ada rasa tidak mau tahu saja?.
Penulis akan melanjutkan dengan teori : managemen Bispol, untuk dapat menjadi kajian dan siapa tahu dapat menjadi pembelajaran agar masyarakat kita tidak selalu merasa ditipu atau meminjam istilah trendnya merasa dikadalin, yang selalu merasa seperti bernafas dalam lumpur....alias megap-megap...dengan adanya indikasi praktik korupsi yang sepertinya dilegalkan...atau seperti dibiarkan tumbuh dan menjadi mengurita, dan selalu menjadi perdebatan panjang apakah ini disengaja atau tidak?.
Kalau jawabannya tidak, mengapa segala bentuk upaya yang dilakukan selalu kandas ditengah jalan...seperti contoh yang sempat ngetren dan seolah-olah dibuat menjadi samar...yang akhirnya hilang begitu saja...sebut saja salah satu kasus besar yaitu kasus Bank Century yang diindikasikan merugikan negara kurang/lebih Rp. 6,7 trilyun. Sengaja atau tidak kejadian itu?....Who knows?. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian mengerikan yang misterius...walaupun dapat diungkap tetapi tidak pernah tuntas, alias tidak ketemu ujung pangkalnya...ngambang terus sampai hancur dan tak berbekas lagi.
Tadi pagi tgl.26/10’10 penulis membaca di harian kompas yang memberitakan berita yang sekarang dianggap sudah biasa...diangap basi, tidak mengejutkan lagi,yaitu mengenai Calon Bupati yang diduga korupsi 42 milyard menang dalam pilkada di Aru-Maluku, dan telah ditetapkan oleh Medagri untuk dilantik, sementara mahasiswa disana demo tidak setuju...yang jadi pertayaan sekarang kenapa bisa menang?, kan udah ketahuan kurupsi...Emang udah ngak ada pilihan lain...atau,,,,,,?....au ah gelap.................................................................................................................................................

Kembali mengenai bahasan utama mengenai Bispol, agar Bispol ini dapat menjadi alat yang dapat dipergunakan sebagai instrument yang dapat membuat kita dapat mencapai suatu manfaat yang sama-sama menguntungkan.
Bispol = Bisnis Politik, adalah gabungan instrumen dari Bisnis dan Politik.
Seperti kita sudah ketahui bahwa bisnis selalu indentik dengan usaha dari Pengusaha dengan tujuan utama untuk dapat meraih keuntungan dengan menjalankan usahanya secara langsung, sedangkan Politik indentik dengan kekuasaan, yang mana dengan meraih kekuasaan akan ada keuntungan yang didapat, walaupun secara tidak langsung atau terang-terangan memperlihatkan tujuan utama dalam berpolitik untuk mendapat keuntungan, tetapi sifat dalam meraih keuntungan pasti akan terlihat juga.
Sebenarnya perbedaan mendasar dari Bisnis dan Politik hanya terletak pada cara untuk mencapai tujuan utamanya yaitu keuntungan...sesuai dengan kodrat manusia yang selalu punya ego pribadi.
Dalam Bisnis kita mengenal satu instrumen yang bernama Managemen, tetapi di Politik kata itu jarang sekali disebut, padahal dalam prakteknya secara tidak langsung instrumen tersebut juga dipergunakan, akan tetapi karena tidak ada pendalaman instrumen managemen tersebut di Politik maka pengunaanya tidak dilakukan dengan maksimal. Padahal instrumen tersebut sangat perlu digunakan untuk dapat menunjang pencapaian tujuan utama yaitu meraih keuntungan.
Dengan minimnya instrumen managemen tersebut dipergunakan di dunia Politik, maka banyak timbul penyimpangan-peyimpangan, salah satunya adanya Korupsi yang terjadi dan itu sulit untuk dikendalikan...karena ya itu tadi...minimnya pengunaan instrumen yang bernama management tersebut.

Uraian-IVKarena begitu pentingnya instrumen yang bernama management itu, penulis akan mengulas sedikit untuk mereveiw ingatan kita terhadapnya.
Kita sering mendengar memanagent, artian tersebut berhubungan dengan pengaturan. Jadi Managemen adalah cara mengatur instrumen-instrumen yang lain untuk dapat bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dalam satu kontrol guna dapat meningkatkan efektifitas untuk mendapatkan qualitas maksimal.
Salah satu contoh di bangku kuliah kita mendapatkan pelajaran : Managemen Produksi, Pemasaran, Personalia, Finance & Accounting, dalam prakteknya di setiap Perusahaan akan mengabungkan instrumen-2 tersebut dalam satu kontrol di bawah Presiden Direktur sebagai Pelaksana langsung kontrol, dan Dewan Komisaris sebagai Pengawas terhadap kontrol tersebut dengan memberikan kritik,masukan dengan diadakanya RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), dan tidak ketingalan satu instrumen tambahan yaitu Bidang Hukum juga termasuk didalamnya yang di Perusahaan dikenal dengan departement Legal.
Itulah sekilas mengenai Management.

Uraian-VSetelah kita diingatkan apa arti dan fungsi managemen, maka sekarang kita kembali pada bahasan pokok yaitu Management Bispol.
Sekarang Penulis memberikan kesimpulan bahwa untuk mencapai tujuan utama keuntungan baik dalam lingkup Perusahaan maupun Pemerintahaan harus mempergunakan Management secara benar, sehingga control berfungsi sebagaimana mestinya yang akhirnya bisa menghindarakan masyarakat dengan pemerintahanya, perusahaan dengan pinpinannya saling menyalahkan, tidak ada atau paling tidak bisa meminimalkan adanya korupsi, dan penyimpangan lainnya yang dapat merugikan.

Penulis berharap, dengan adanya tulisan sederhana ini dapat mengugah semua pembaca dari berbagai kalangan, dan dapat menjadi salah satu acuan untuk dapat memahami arti pentingnya Managemen Bispol tersebut untuk dapat meraih cita-2 bersama menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar