TEHERAN (SuaraMedia News) - Twitter, layanan jaringan sosial yang dulunya dianggap menjadi tempat pelarian yang membosankan, kini telah mendapatkan tempat baru di panggung dunia. Aliran Mikro-blog posting tersebut telah membuktikan dirinya sebagai sumber penting berita akurat dan gambar dari kekerasan yang terjadi mengikuti pemilihan presiden di Iran.
Pemrotes Iran beralih ke Twitter, dan situs jaringan sosial lainnya, termasuk Facebook, setelah Iran memerintahkan sensor terhadap wartawan asing untuk menghentikan laporan mengenai protes tersebut. Kini, menurut kantor berita di Timur Tengah, Al Jazeera, pemerintah incumbent Presiden Mahmoud Ahmadinejad sedang mencoba untuk menyaring Twitter, Facebook dan lalu lintas media untuk menghentikan laporan.
Sementara dari Amerika Serikat, “kicauan” dari jalan-jalan Iran tertangkap perhatian oleh Departemen Negara. Dengan ditutupnya media tradisional dan tidak adanya diplomat resmi, departemen hanya dapat bergantung pada Twitterverse seperti orang lain, bahkan sebenarnya, bahwa " Departemen Negara resmi tingkat rendah" menghubungi Twitter dan meminta mereka untuk melakukan penundaan terhadap masa pemeliharaan yang terjadwal, dimana akses ke situs tersebut seharusnya diputus untuk sementara. Pejabat Departemen luar negeri menekankan bahwa bukan Menlu Hillary Clinton yang membuat permintaan ini.
Pejabat Departemen Luar Negeri Cohen Jared mengirimkan email ke situs jaringan sosial dengan permintaan yang tidak biasa tersebut membuat pendiri Twitter merasa "tersanjung dengan berpikir bahwa perusahaan kami yang berusia dua tahun dapat memainkan peran global penting seperti ini sehingga pejabat negara mereka menemukan jalan menuju pentingnya keberadaan kami."
Pemrotes Iran beralih ke Twitter, dan situs jaringan sosial lainnya, termasuk Facebook, setelah Iran memerintahkan sensor terhadap wartawan asing untuk menghentikan laporan mengenai protes tersebut. Kini, menurut kantor berita di Timur Tengah, Al Jazeera, pemerintah incumbent Presiden Mahmoud Ahmadinejad sedang mencoba untuk menyaring Twitter, Facebook dan lalu lintas media untuk menghentikan laporan.
Sementara dari Amerika Serikat, “kicauan” dari jalan-jalan Iran tertangkap perhatian oleh Departemen Negara. Dengan ditutupnya media tradisional dan tidak adanya diplomat resmi, departemen hanya dapat bergantung pada Twitterverse seperti orang lain, bahkan sebenarnya, bahwa " Departemen Negara resmi tingkat rendah" menghubungi Twitter dan meminta mereka untuk melakukan penundaan terhadap masa pemeliharaan yang terjadwal, dimana akses ke situs tersebut seharusnya diputus untuk sementara. Pejabat Departemen luar negeri menekankan bahwa bukan Menlu Hillary Clinton yang membuat permintaan ini.
Pejabat Departemen Luar Negeri Cohen Jared mengirimkan email ke situs jaringan sosial dengan permintaan yang tidak biasa tersebut membuat pendiri Twitter merasa "tersanjung dengan berpikir bahwa perusahaan kami yang berusia dua tahun dapat memainkan peran global penting seperti ini sehingga pejabat negara mereka menemukan jalan menuju pentingnya keberadaan kami."
Tindakan tersebut datang meskipun ada jaminan oleh Presiden Barack Obama pada hari Selasa, 16 Juni, bahwa pemerintahan AS tidak akan ikut campur dalam sengketa pemilu Iran.
"Ini tidak produktif, mengingat sejarah hubungan Iran-AS yang akan dianggap sebagai tindakan ikut campur Pemilu di Iran."
Tetapi Departemen Luar Negeri bersikeras bahwa mereka permintaan mereka terhadap Twitter tidak termasuk ikut campur.
"Ini benar-benar konsisten dengan kebijakan nasional," ujar P.J. Crowley, asisten Menlu untuk Masalah Publik.
"Kami pendukung dari kebebasan berekspresi. Informasi harus digunakan sebagai cara untuk mempromosikan kebebasan berekspresi. Twitter dan Facebook hanyalah alat untuk menyampaikan informasi”
Pejabat tersebut bahkan mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, adalah seorang pengguna Twitter.
Mousavi memiliki hampir 48.000 orang pendukung pada halaman Facebook, dan Ahmadinejad juga memiliki halaman dengan 2615 fans.
Lebih dari 23 juta warga Iran di suatu negara sebesar 70 juta - lebih dari 60 persen dari mereka adalah di bawah usia 20 - mempunyai akses ke internet.
Dalam masalah pemeliharaan, Co-founder Twitter, Biz Stone, menuliskan, "NTT Amerika membuktikan lagi kenapa mereka menjadi mitra yang luar biasa dan mejadwal ulangkan pemeliharaan jaringan."
Dia juga menjelaskan dalam sebuah blog post yang bertautan, "Sebuah upgrade jaringan penting harus terus dilakukan untuk memastikan pengoperasian Twitter. Dalam koordinasi dengan Twitter, host jaringan kami telah merencanakan upgrade untuk malam ini. Namun, jaringan mitra kami di NTT Amerika mengakui pentingnya peran yang Twitter sekarang digunakan sebagai alat komunikasi penting di Iran. Keputusan dan tindakan hari ini terus membuktikan mengapa NTT Amerika adalah mitra yang kuat untuk Twitter. "
John Gilmore dari Electronic Frontier Foundation pernah sekali mengatakan bahwa "Internet menafsirkan penyensoran sebagai kerusakan dan mencari jalan untuk mengitarinya." “Tweeting” di Iran adalah kasus yang dimaksud, dengan pesan yang disampaikan oleh rute-putar dalam upaya menghindari usaha pemblokiran pemerintah.
Sejumlah besar pengguna Twitter yang terus bertumbuh di seluruh dunia juga menyeting ulang akun mereka sesuai dengan waktu lokal di Teheran dalam rangka untuk membuat lebih sulit bagi pemerintah untuk mengidentifikasi tweet yang dikirim oleh warga Iran yang sebenarnya dari TKP konflik. Melakukan hal tersebut juga dapat membuat pengidentifikasian individu-individu yang untuk kemudian disusul dengan hukuman, menjadi lebih sulit dan memakan waktu.
Dua topik yang berhubungan dengan Iran, "iranelection" dan "Teheran," tetap berada di bagian atas dari topik hangat Twitter, bahkan ketika kontroversi pemilihan tersebut memasuki minggu kedua. Ketergantungan yang luas pada internet mikro-blog untuk mengakses berita terkini dan informasi lainnya yang tak dapat diperoleh menggarisbawahi perubahan yang mendalam yang telah mengambil tempat dalam media, jurnalisme dan bahkan Timur Tengah. (iw/iol/yh) dikutip oleh www.suaramedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar